Kamis, 31 Juli 2008

ME AND MILLA


Ini si Mila, temenku di rumah. Termasuk anak season juga. Dia ke sini taun kemarin. Pindahan dari Gontor. Anaknya lumayan pendiem kalau di luar komunitas rumah. Dia ke-Ibu-ibuan. Malah dulu pernah dijuluki Umy sama anak kamar sebelah.

Awal dia masuk ke sekolah, sempat di kira aku. Malah ada adek kelas yang manggil-manggil Mila dengan kata “FINA” begitu mila menoleh baru deh tu adek kelas jadi kaget ples malu mungkin.

Suatu ketika waktu ada acara PENSI 17-an di sekolah, kelasku menampilkan puisi. Aku jadi pelajar dan Mila jadi santri. Dia mengenakan baju pink dan rok pink serta kerudung pink. Pokoknya serba pink sampe sendalnya juga pink. Nah, setelah tampilan kelas usai, aku ganti baju karena rencana mau ada duet sama Emy nyanyiin lagu Tegar. Aku ganti kostum yang sama-sama pink. Eh dari jauh, ada yang manggil “MILAAA,” dengan nada menggoda. Dasar adek kelas! Itu tu fansnya Mila. Aku terkekeh dan ketawa di depan TU. Anak itu balik lagi dan melihatku dari jalan.

Trz waktu shooting di balik Awan (salah satu film Maia Rosyida, teman sekolahku), Mila aku suruh pakek baju yang hampir sama dengan punyaku. Bawahan sama kerudung kita sama-sama pink, terus baju kita sama-sama putih. Kita adegan pulang ngaji. Dari kejauhan, ada yang kusuruh memotret Mila. Kemudian dia woro-woro ke beberapa anak dan Tanya “Cb tebak ini siapa?” dan benar dugaanku, mereka ngiranya aku.

Tiap kita mau berangkan sekolah, kadang secara tidak sengaja kostum kita hampir sama. Kadang biru-biru, atau pink-pink. Bahkan kerudung juga sering sama. Kadang pake kerudung kotak-kotak, kadang pakek kerudung season.

Suatu ketika, saat hendak sekolah. Aku ke luar kamar, dan Mila yang kamarnya di depan kamarku juga ke luar. GUBRAG!!! Tiba-tiba bersorak bareng. Kerudung kita sama!!!!

Terus suatu ketika lagi, pas Mila mau mandi aku lagi ngangkat jemuran, aku liat Mila pakek kostum yang rencananya hari ini aku juga mau pakek biru-biru juga kaya dia.

Sampai-sampai kalau di sekolah kita sering dikirain janjian kostum.

Capeee dheeeeeh,,,

Sebenarnya kita berdua juga nggak mirip-mirip banget. Bahkan kalo dilihat-lihat kita tu emang nggak mirip. Cz dianya itu putih dan lebih tinggi dariku. Cara bicaranya aja beda sama aku.

Hmm….

Semenjak kepergian Wikan dan kepindahan Tia dari kamarku ke kamar Khusnul, Milalah yang jadi teman satu kamarku. Aku merasa lebih akrab dari yang kemarin. Dia sangat asik kalau diajak diskusi. Karena aku sendiri tidak betah kalau missal hanya berdiam diri dan tidak ada yang diajak diskusi. Lebih tepatnya dengan diskusi, bisa menambah semangatku.

Kami satu kelas, jadi untuk forum-forum sekolah, kami mencoba menyelaraskan. Tidak jarang kami memilih forum yang sama. Karena setiap hari kami selalu bersama-sama. Bukannya apa-apa. Karena kami ingin lebih mudah saja. Dan kebetulan kami punya kemiripan dalam ketertarikan. Yaitu ingin mencoba sebagian besar forum sekolah. Paling-paling yang tidak kami ikuti hanya forum bela diri saja, atau beberapa forum lain yang tidak kami minati sama sekali.

Mila anaknya cerdas. Dia cepat menangkap sesuatu. Terutama dalam masalah film. Dia lebih mudah menangkap ceritanya daripadaku. Maka tak salah kalau dia juga sering berhasil menebak alur cerita film atau sinetron meski belum pernah nonton sebelumnya.

Dia juga paling betah kalau baca buku. Tepatnya lebih betah dariku. Sudah banyak buku yang ia telaah. Kebanyakan buku religi dan novel-novel berat atau novel kisah nyata.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

lo mbak................
masak Q-tha pake sragam..........?

Fina Af'idatussofa mengatakan...

Iya.. dulu